Dokumentasi Belajar Kelompok

Ne dokumentasi belajar Bareng BIkin tUgas Pak Sajarwo

Duh lagi pada serius neeee,,,,aseekkk

Calon Calon mahasiswa sukses dimasa mendatangg,,,,,,

oppss Ada yang sadar kamera rupanyaaa,,,,

Iklan

Main Main dengan CI (CodeIgniter)

Main Main dengan CI (CodeIgniter)

Haii,,, ne hasil ngulak ngulik CI semalaman,, berikut ane jelaskan tutorial mas bro..::::

1.Masuk ke folder controller dan buka file welcome.php, file ini berisi coding untuk menampilkan default tampilan web pada CI seperti terlihat pada tampilan dibawah ini :


2.Buat file controlel PHP baru yang diberi nama News.php untuk file control view pada konten news. Seperti dibawah ini :

3.Buat File Header.php , content.php dan footer.php pada folder View, file ini berfungsi untuk menampilkan semua isi web dan sistem didalamnya.

Tampilan Footer.php

Tampilan Header.php


4.Langkah selanjutnya adalah membuat database untuk menampung data data yang akan diinputkan nantinya, nama databasenya adalah “d4b6” dan table “News”


5.Buat sebuah file php pada directory models, file ini yang akan melakukan coneksi ke database dan menjalankan query query mysql.seperti gambar dibawah ini:

6.Tambahkan beberapa Script pada controlel News.php untuk memparsing data dari model ke kontrolel seperti dibawah ini:

7.Langkah Terakhir adalah menambahkan beberapa baris program pada file content.php dalam directori view, file ini berfungsi untuk menampilkan isi database hasil konfigurasi.

Ngulik CI (CodeIgniter) at Merica Place

Ne situasi mahasiswa ITB Seamolec lagi pada sibuk ngulik CI,,, Pada muka serus semua,,,,
Waktu menunjukkan Puku 02.03,,,,,.Tidur bos Tidur..

Waktu MEnunjukkan jam 2 dini hari

Rencamna seh mau bikin tutorial CI untuk diapload di Blog ne,, tapi melihat moment muka muka suntuk terpaksa niat ditunda karena ngupload ne photo lebih prioritas,, lumayan promosi orang jelek,,,hahahahhaha

Tengok tu mas DWI Yanto serius amattttn toeee,,,,,

ne pria terkerennn dan tersegalanya di Home G Merica Place,,,

All About HTaccses

Pengertian File HTaccess

File .htaccess adalah file konfigurasi yang disediakan oleh web server Apache, yang biasanya digunakan untuk mengubah settingan default dari Apache. Kita ketahui bahwa sebagian besar hosting web di internet menggunakan Apache sebagai servernya sehingga bagi para pengelola web / webmaster sedikit banyak harus belajar tentang .htaccess agar kita bisa mengubah settingan default dari server.
File .htaccess merupakan file teks ASCII sederhana yang biasanya diletakkan dalam root direktori. File ini diharuskan dalam format ASCII dan bukan binary dan untuk file permission (atribut file) pada server hosting harus di set 644 (rw-r-r). Hal tersebut dimaksudkan agar server dapat mengakses file .htaccess, tapi mencegah user untuk mengakses file .htaccess dari browser mereka. File .htaccess yang diletakkan dalam root direktori dapat digunakan untuk mengubah konfigurasi dari subdirektori-subdirektori yang ada didalamnya, sehingga dalam satu website biasanya kita cukup untuk mempunyai 1 file .htaccess saja yang diletakkan dalam root direktori.
Kode perintah dalam file .htaccess harus ditempatkan dalam satu baris, jadi apabila kita membuat file .htaccess dengan menggunakan text editor seperti notepad maka kita harus mendisable fungsi word wrap (memotong baris) terlebih dahulu

Kegunaan File .Htaccess

1. Customize Error Message
artinya kita dapat mengubah halaman error pada server, dengan mendefinisikan sesuai dengan keinginan kita sendiri.

2. Override SSI Settings
Secara default, hanya halaman web yang mempunyai extensi .shtml yang bisa menjalankan server-side termasuk SSI di server. Dengan menggunakan .htaccess kita dapat mengubah setting default tersebut agar SSI bisa bekerja dengan format HTML.

3. Change Default Home Page

artinya bahwa file .htaccess dapat digunakan untuk mengubah nama default halaman depan web. Agar user bisa mengakses website kita hanya dengan nama domain saja (http://www.nama_web.com) tanpa harus menulis nama file secara jelas (http:www.nama_web.com/file.html), kita harus mempunyai file index di root direktori. Nama file yang bisa diterima antara lain index.html, index.htm, index.cgi, index.php dll. Pastikan bahwa file tsb bernama index.*
Ada tingkatan dalam pemberian nama tersebut. Jika kita punya index.cgi & index.html di root direktori maka server akan menampilkan index.cgi karena .cgi memiliki tingkatan yang lebih tinggi daripada .html
Dengan .htaccess, kita bisa mendefinisikan file index tambahan atau bisa juga mengubah urutan tingkatannya. Untuk mendefinisikan halamandepan.html sebagai halaman index, kita dapat menambahkan kode berikut ke file .htaccess
DirectoryIndex halamandepan.html

4. Enable Directory Browsing
Untuk alasan keamanan, server Apache biasanya telah menghilangkan default setting yang memungkinkan directory indexing. Opsi inilah yang memungkinkan isi dari direktori untuk ditampilkan di browser jika direktori tersebut tidak mempunyai halaman index.
Contohnya, jika kita memasukkan sebuah UR yang tidak mempunyai halaman index seperti misalnya http://websitemu.com/images/, maka browser akan menampilkan daftar images di dalam direktori tersebut.

5. Redirect Visitors to a New Page or Directory
Misalkan kita membuat ulang seluruh website kita, me-rename halaman & direktori. Maka pengunjung halaman lama akan mendapat error 404 File Not Found. Masalah tersebut dapat diatasi dengan melakukan redirect dari halaman lama ke halaman yang baru. Contohnya bila halaman lama kita adalah oldpage.html dan halaman baru adalah newpage.html maka perintahnya adalah:
Redirect permanent /oldpage.html http://www.mydomain.com/newpage.html

6. Prevent Hot Linking and Bandwidth Leeching
Untuk mencegah orang lain me-link secara langsung ke direktori image anda dari website mereka, biasanya ada orang mengambil gambar dari website kita, tapi tetap menggunakan link diserver host kita, ini tentu akan merugikan bagi kita karena dapat mengurangi bandwith di hosting kita, untuk mengatasi hal ini kita dapat menambahkan kode berikut:

RewriteEngine on
RewriteCond %{HTTP_REFERER} !^$
RewriteCond %{HTTP_REFERER} !^http://(www\.)?namadomain.com/.*$ [NC]
RewriteRule \.(gif|jpg)$ – [F]

ALL About Framework Codeigniter

1. Pengertian dan sejarah Codeigniter

Codeigniter merupakan salah satu dari sekian banyak framework PHP yang ada. Codeigniter dikembangkan oleh Rick Ellis (http://www.ellislab.com). Tujuan dari pembuatan framework CodeIgniter ini menurut user manualnya adalah untuk menghasilkan framework yang akan dapat digunakan untuk pengembangan proyek pembuatan website secara lebih cepat dibandingkan dengan pembuatan website dengan cara koding secara manual, dengan menyediakan banyak sekali pustaka yang dibutuhkan dalam pembuatan website, dengan antarmuka yang sederhana dan struktur logika untuk mengakses pustaka yang dibutuhkan. CodeIgniter membiarkan kita untuk memfokuskan diri pada pembuatan website dengan meminimalkan pembuatan kode untuk berbagai tujuan pembuatan website. CodeIgniter merupakan perangkat lunak yang bersifat gratis, hal ini dikarenakan CodeIgniter mempunyai lisensi dibawah Apache/BSD-Style yang bersifat open source.

2. Kelebihan dan Kekurangan Codeigniter

Kelebihan Codeigniter dibandingkan dengan framework PHP lainnya, antaralain :
1.Performa sangat cepat
Proses eksekusi yang dimiliki oleh Codeigniter lebih cepat, bahkan sangat cepat dibandingkan dengan framework yang lainnya.
2.Konfigurasi yang sangat minim
Untuk menggunakan codeigniter dengan setting standard, yang perlu dilakukan hanyalah merubah sedikit saja file pada direktori config.
3.Banyak komunitas
Saat ini banyak ditemui komunitas Codeigniter, sehingga memudahkan para pengguna untuk saling berinteraksi.
4.Dokumentasi yang sangat lengkap
Setiap paket instalasi codeigniter sudah disertai user guide yang lengkap dan sangat mudah dipahami.tidak hanya berupa list dari method-method yang ada di codeigniter, tapi lebih seperti sebuah ensiklopedia ditambah dengan contoh penggunaannya.
5.Plug and Play
Banyak diantaraframework, pada tahap instalasi saja sudah cukup memusingkan, belum lagi ada yang mengharuskan pengguna untuk mempunyai peran sebagai system administrator, namun hal tersebut tidak terdapatpada Codeigniter. Pada Codeignitercukup setting config.php dan mulai instalasi.
6.Model – View- Controller
Dengan adanya Model View Controller (MVC) akan memudahkan para pengguna untuk mengelola aplikasi mereka. Model hanya mengurusi hal-hal yang berhubungan dengan database, Controller berisi logic dari aplikasi dan View untuk tampilan frontend.
7.Codeigniter bersifat open source
Codeigniter adalah framework bersifat gratis untukdapat digunakan dan dikembangkangkan secara legal. Codeigniter berlisensi Apache/BSD-style open source yang memperbolehkan penggunanaan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Sifat open source inilah yang menjadi keunggulan utama dari codeigniter.

Sumber : Tutorial Karya Seamolec Batch4

Framework

1.1 Framework

Menurut kamus Inggris – Indonesia yang disusun oleh John M. Echols dan Hassan Sadily framework memiliki arti kerangka kerja. Framework dapat pula diartikan sebagai kumpulan scripts (terutama kumpulan class dan function) yang dapat digunakan untuk membantu developer / programmer dalam menangani berbagai masalah dalam pemprograman, seperti koneksi ke database, pemanggilan variable, file, dan lain sebagainya, sehingga developer menjadi lebih fokus dan lebih cepat dalam membangun sebuah aplikasi. Framework bisa juga diartikan sebagai komponen pemprograman yang siap digunakan kapan saja, sehingga programmer tidak perlu membuat skrip yang sama untuk tugas yang sama berulang kali.
Secara sederhana bisa dijelaskan bahwa framework adalah kumpulan fungsi (libraries), sehingga seorang programmer tidak perlu membuat fungsi dari awal, programmer tinggal memanggil kumpulan library atau fungsi yang sudah ada di dalam framework. Beberapa contoh fungsi standar yang telah tersedia dalam framework diantaranya, enkripsi, email, SEO, session, security, kalender, bahasa, manipulasi gambar, grafik, validasi, upload, captcha, template, XML, dan masih banyak lagi.

Macam – macam framework :
1. Framework PHP

Cake PHP
Code Igniter (CI)
Symphony
Zend
Yii
Kohana


Framework Javascript

JQuery
Mootools
Framework Ruby
Ruby on Rails (RoR)

Operator Dalam PHP

Dalam PHP, operator dibagi menjadi 4 yaitu :
Arithmatic Operator, Assignment Operator, Comparison Operator dan Logical Operator.

1. Aritmatik Operator

Operator Deskripsi Contoh Hasil
+ Penjumlahan x=10, x+10 20
– Pengurangan x=10, 20-x 10
* Pengalian x=10, 2*x 20
/ Pembagian 5/2 2.5
% Modulus(Sisa Pembagian) 5%2 1
++ Increment x=7, x++ 8
— Decrement x=7, x– 6

2. Assignment Operator

Assignment Operator digunakan untuk mengisi nilai pada variabel.
Operator Contoh Sama Dengan
= x=y x = y
+= x+=y x = x+y
-= x -=y x = x-y
*= x*=y x = x*y
/= x /=y x = x/y
.= x .=y x = x.y
%= x%=y x = x%y

3. Comparison Operator

Digunakan untuk membandingkan nilai dari dua operator. Jika benar akan menghasilkan TRUE, jika salah akan menampilkan FALSE.

Operator Deskripsi TRUE FALSE
== sama dengan 2 == 2 2 == 3
!= tidak sama dengan 2 != 1 2 != 2
tidak sama dengan 2 1 2 2
> lebih besar 2 > 1 1 > 2
< lebih kecil 1 < 2 1 = lebih besar dan sama dengan 2 >= 1 1 >= 2
<= lebih kecil dan sama dengan 1 <= 2 2 <= 1

4. Logical Operator

Logical Operator digunakan untuk membandingkan dua nilai variabel yang bertipe boolean. Pada operator AND, maka dua kondisi yang dibandingkan harus bernilai benar. Pada operator OR, maka dua kondisi yang disbanding harus salah satunya benar.

Operator Deskripsi TRUE FALSE
&& and x = 8 x = 8
y = 5 y = 5
(x > 5 && y 10 && y < 3)
|| or x = 8 x = 8
y = 5 y = 5
(x == 8 || y == 5) (x == 5 || y == 8)
! not x = 8 x = 8
y = 5 y = 5
!(x==y) !(x==8)

Sintax Penulisan Bahasa PHP

PHP hanya mem-parsing kode PHP di dalam delimiters. Sesuatu yang di luar delimiters dikirim langsung ke output dan tidak diproses oleh PHP, Namun, teks non-PHP masih diatur pada struktur kontrol yang dijelaskan dalam kode PHP. Delimiters yang paling umum adalah “” Untuk menutup bagian PHP. dan delimiters juga tersedia, seperti adalah bentuk singkat <? atau dan juga ASP-style bentuk pendek <% atau .

Untuk penulisan Variable pada bahasa PHP dimulai dengan tanda ( $ )
contoh : $bilangan = 1 ;
$angka = 2;

contoh Sederhana Scrip PHP

<?php
echo "Hello Worldl"; // Ini akan mencetak
Hello World!
echo
Psst…You can’t see my PHP
comments!”; // echo “nothing”;
// echo “Namaku Faza!”;
?>

Sumber : http://mafisamin.web.ugm.ac.id/materi/bab-2-syntax-penulisan-php.pdf

Pengertian dan Sejarah PHP

Pengertian PHP


PHP adalah singkatan dari “PHP: Hypertext Preprocessor”, yang merupakan sebuah bahasa scripting yang terpasang pada HTML. Sebagian besar sintaks mirip dengan bahasa C, Java dan Perl, ditambah beberapa fungsi PHP yang spesifik.Tujuan utama penggunaan bahasa ini adalah untuk memungkinkan perancang web
menulis halaman web dinamik dengan cepat.

PHP pertama dibuatoleh RasmusLerdorf pada tahun 1995.Pada awalnya dia menamakan script ini “Personal Home Page Tool” yang merupakan bahasa sederhana dari bahasa pemrograman C, di mana Personal Home Page Tool ini dapat berkomunikasi dengan database dan bersifat Open Source.
Pada awalnya Rasmus membuat bahasa pemrograman ini bertujuan untuk menyimpan data pengunjung yang melihat biodata pada Website-nya.PHP/FI merupakan cikal bakal PHP yang sekarang.

Isinya adalah sekumpulan script PERL yang dibuatnya untuk membuat halaman webnya menjadi dinamis. Kemudian pada tahun 1996 ia mengeluarkan PHP versi 2.0 yang kemampuannya telah dapat mengakses
database dan dapat terintegrasi dengan HTML. Pada tahun 1998 tepatnya pada tanggal 6 Juni 1998 keluarlah PHP versi 3.0 yang dikeluarkan oleh Rasmus sendiri bersama kelompok pengembang softwarenya..
Versi terbaru, yaitu PHP 4.0 keluar pada tanggal 22 Mei 2000 merupakan versi yang lebih lengkap lagi dibandingkan dengan versi sebelumnya. Perubahan yang paling mendasar pada PHP 4.0 adalah terintegrasinya Zend Engine yang dibuat oleh Zend Suraski dan Andi Gutmans yang merupakan penyempurnaan dari PHP
scripting engine. Yang lainnya adalah build in HTTP session, tidak lagi menggunakan library tambahan seperti pada PHP. Tujuan dari bahasa scripting ini adalah untuk membuat aplikasi-aplikasi yang dijalankan di atas teknologi web. Dalam hal ini, aplikasi pada umumnya akan memberikan hasil pada web browser, tetapi prosesnya secara keseluruhan dijalankan web server.

Kelebihan PHP dari bahasa pemrograman lain

* Bahasa pemrograman PHP adalah sebuah bahasa script yang tidak melakukan sebuah kompilasi dalam penggunaanya.
* Web Server yang mendukung PHP dapat ditemukan dimana – mana dari mulai apache, IIS, Lighttpd, hingga Xitami dengan konfigurasi yang relatif mudah.
* Dalam sisi pengembangan lebih mudah, karena banyaknya milis – milis dan developer yang siap membantu dalam pengembangan.
* Dalam sisi pemahamanan, PHP adalah bahasa scripting yang paling mudah karena memiliki referensi yang banyak.
* PHP adalah bahasa open source yang dapat digunakan di berbagai mesin (Linux, Unix, Macintosh, Windows) dan dapat dijalankan secara runtime melalui console serta juga dapat menjalankan perintah-perintah system.